Social

Tampilkan postingan dengan label read this. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label read this. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

[Personal] Stay With Me

20th ... here it comes again.

Remember something? That date, we've been recelebrating it for a year and four months. Glad to hear that we're still celebrating it. Glad to hear, that you're still here, with me. I don't know until when, but just stay with me. 



...tys...

Sabtu, 26 Januari 2013

Ingat yang ini?


Helloh bloggers!


Habis cari-cari foto lama. Dan ketemu foto di atas. Foto web-cam jaman MaBa. Setahun lalu. Semester satu. Di Ruang 21 Mesin 3, iseng-iseng foto pas jam kosong. Lagi nggak ada senior lewat, beraniin foto-foto. Hehehe, kangen, kangen banget jaman santai ini.

Hmmm, sebenernya sering mikir gimana jadinya kal aku nggak pernah masuk akselerasi. Apa sekarang aku ada di TI? Apa sekarang aku takut sama mereka-mereka di atas ini yang harusnya seniorku? Hmm :)

Sering banget mikir gitu, dulu pertama-tama sempet sungkan kalau manggil orang yang lebih tua itu nggak pake mbak atau mas. Ini post harusnya dibaca adek-adek kelas ACC nih hehehe. Tapi seiring waktu, aku beruntung punya mereka. Belajar bareng, main bareng, nggosip bareng. Bahkan kalau memutar waktu dan harus memilih lagi, aku tetep milih masuk aksel, masuk ub, ketemu mereka. Aku sayang mereka, mungkin mereka ini yang bakalan nemenin aku sampe lulus nanti.

Aku kangen masa-masa kita masih bisa leha-leha, main-main, cuman mikirin tugas ospek. Kuliah ini makin berat dan post ini menjadi post curhat. Aih. Kesalahan banget dulu doa minta cepet-cepet diakhirkan masa-masa kayak gini. Kita bukan ngegeng atau apa, tapi aku, sampai sekarang dan beberapa temanku yang sekelas dari semester, emang masih ngerasa nyaman bareng-bareng. Saling maklumin sifat satu sama lain, karena nggak ada dari kita yang bener-bener sempurna. 

Pengen terus bareng kalian, kalo jurusan kita adalah rumah, angkatan kita adalah keluarga, kalian apa? Pastinya lebih berharga dari semua itu. Ini bukan gombal dan nggak usah ketawa bacanya, hihi. :p

Bareng-bareng terus yuk sampe pake toga ~

...tys...

Kamis, 20 September 2012

Sepuluh

Happy 10 months!

Oke, ini post nggak penting di tengah malam. Tapi aku cuman mau ngucapin ini dimana-mana. Bukan nggak berperiasmara loh ya. Lagi seneng juga sih, sama kamu ini juga masih tercatat di rekor pacaran terlamaku, padahal baru 10 bulan. Iya, 10 bulan.

Cepet ya, kayak baru kemaren aku lihat kamu di kelas, celometan, capernya nggak karuan. Kayak baru kemaren aku lihat kamu dengan kepala semi-botakmu sebagai maba, keliaran di gedung Mesin 3. Kayak baru kemaren kamu ngajarin cara nyepak bola di lapangan futsal Champion. Kayak baru kemaren kita ngerjain note matematika 1 di McDonal's sampe malem. Kayak baru kemaren kita nonton Breaking Dawn part 1 di Dieng Plasa. Kayak baru kemaren kamu bilang kamu suka aku.

Cepet ya, banget. Secepat itukah waktu berlalu kalau sama kamu? Aku sayang kamu, takpeduli bagaimana sifat burukmu. Aku sayang kamu, takpeduli bagaimana orang lain menilaimu. Aku, bengal masalah ini. Yang kutahu cuma itu, aku sayang kamu. Sehari, seminggu, sebulan, tiga bulan, setengah tahun, sepuluh bulan, selamanya. Semoga.

Sleep well, Shofa.



Minggu, 20 Mei 2012

Half Year

Dear, you.

It's been a half year.

Thanks, for accepting my bad, for always understanding my conditions, for always there when I need you, for loving me in the right ways ...

for being my nice guy. :)

Valdhama ~ 19:20


 


 
 

...tys...

Jumat, 06 April 2012

Tentang Kamu

Helloh bloggers! Maaf malam-malam nyampah hihiii.

Habis blogwalking ke blog sendiri. Penting nggak sih? Enggak. Baru nyadar nih, banyak post sejak November 2011, isinya tentang dia. Iya, dia. Dia dia dia. <3 Bukan freak ya, apalagi ngefans.

Gimana nggak tentang dia coba? Setiap hari selalu aja sama dia. Kemana-mana sama dia. Maklum, pacar merangkap teman sekelas di setiap matkul. Hihihiii. Kadang terlintas di pikiran, ini si dia nggak bosen apa sama aku? nggak bosen apa kemana-mana sama aku? nggak bosen apa dimana-mana lihat aku? nggak bosen apa sms, chatting, ngetweet semuanya sama aku? hmm?

Kadang juga sering nanya, kalo lagi di jalan,

aku : kamu bosen yo ambe (sama) aku?
dia : enggak, nggak bakal pernah bosen
aku : mosoook? (masa sih?)
dia : iyaaa, kamu yo yang bosen ambe aku?
aku : ...

Aku kadang diem, kadang langsung nyeletuk "bosen nggak yaaa?". Sebelumnya maaf ya kalo kadang aku jawab pertanyaan seriusmu dengan nada main-main. Tapi, di pikiranku, aku mikir serius. Jawabanmu tadi beneran nggak? Kamu jawab gitu apa gara-gara di depanku? Terus kok mesti ganti nanya sih? Nggak percaya juga ya sama aku? Gitu.


Emang sih, dalam suatu hubungan nggak mungkin kan rasa percaya itu ada terus. Aku sendiri nggak percaya kalo kamu percaya sama aku (apa sih!). Ohya, dalam diamku itu biasanya sudah ada kata-kata yang (sebenarnya) pengen kukeluarkan. Tapi, sebelum sempet ngeluarin kata-kata itu, kadang kamu bicara lain, jadi aku lupa mau bilang apa. Bukannya sengaja nggak ngasih tau sih.

Di post ini, entah curhatan entah hanya review tentang kamu selama ini, aku juga nggak tau. Cuman pengen nuangin aja. Siapa tau nanti kamu baca, baca beberapa kataku yang belum bisa langsung kuhadapkan ke kamu. Oh iya, lanjut. Jujur, selama ini aku belum pernah bosen ke kamu, sama kamu, ketemu kamu, ngapa-ngapain kamu. Wis pokoknya apa-apa yang ada hubungannya sama kamu, aku belum pernah bosen. Semoga kata belum bakalan jadi kata "enggak".

Gimana mau bosen? Kata-katamu yang kadang nyebelin, kadang sok bijak, kadang sok tegar, kadang manis (kalo lagi kesambet), selalu bisa bikin tiap hariku itu ada "rasa"-nya. Kekonyolan dan kekanak-kanakanmu yang kadang nggak bisa dihindari itu juga bikin hari-hariku "nano-nano". Ekspresimu yang selalu datar di depan kamera, manja di depanku dan sok girang di depan mereka itu, seperti tipikal orang dengan 3 kepribadian, unik. Guyonanmu yang kadang "hehhh" itu masih bisa ngukir garis lengkung senyuman di wajahku. Pokoknya aku seneng, sedih, kecewa, itulah yang bikin aku makin nggak bosen sama kamu. 

Sekilas takut sih, waktu nanyain pertanyaan yang sama itu berulang-ulang. Bukannya ngeraguin kamu, tapi ... ya cuman pengen tau aja sih, jawabanmu tetep sama apa enggak. Kenapa takut? Takut aja kalo aku nanya gitu lagi, jawabanmu berubah, jadi kata "bosen". Mungkin semakin lama aku muncul di hari-harimu, semakin besar juga ya prosentasi kemungkinan bosen-mu. Aku takut.

Udah ah, nggak mau nyampah banyak-banyak. Mungkin post-post ke depan juga bakalan masih tentang kamu. Karena setiap hal kecil dari kamu itu bisa diceritain, bisa dijabarin. Mungkin orang lain baca tulisan ini ngerasa nggak penting aja gitu, tapi aku nganggep penggalan-penggalan tulisan singkat di blog bertag selingan, yang isinya tentang kamu itu, suatu ungkapan unspoken words-ku buat kamu. Semoga kamu baca. Gdnight you. LY.

- Tyasha.

You ...


It's hard to believe that I couldn't see
But you were always there beside me
Thought I was alone with no one to hold
But you were always right beside me

And this feelings like no other ...
I want you to know ...

I've never had someone that knows me like you do the way you do
I've never had someone as good for me as you no one like you

For so long I was blind 
So good to be seen ...

For so long I was closing my ears
So good to be heard ...
Don't have to say a word

For so long I was lost
So good to be found ...

I'm loving having you around

You are what I've been looking for.

PS: Read the title of this post and add these bold words behind. I love you.
(From: HSM - What I've Been Looking For.)

- Tyasha.

Kamis, 22 Desember 2011

Happy Mothers Day

Happy Mothers Day, Mom. I Love You.

...tys...

Minggu, 18 Desember 2011

Status Relationship

Helloh Bloggers!


"You have a request from Shofa Aulia Aldhama (Indonesia) to add a complicated relationship with him. Would you like to confirm your relationship with Shofa?

Konfirm nggak ya? Eh itu request sebenernya udah lama keprintscreen dan kesimpen di folder rahasia di suatu tempat di laptop putihku ini. *halah* Tapi baru sekarang lagi kepikiran ide iseng buat ngepost. Oke, topik kali ini juga nggak jelas-jelas amat sih *emang pernah jelas gitu?* *errr, engga..* Sekian.

Menurut kalian apa itu status hubungan? Gausah rumit-rumit deh, apa itu pacaran? Kalo menurutku pacaran itu dua orang yang deket dalam konteks yang lebih dari temen. Bedanya sama temen deket? Bedanya itu di rasa yang muncul antara kedua orang itu. Kalo temenan deket itu ada rasa saling butuh dan saling nyaman ngelakuin hal-hal bareng, kalo pacaran itu selain ada dua rasa di atas, ada juga rasa saling suka, rasa nggak nyaman kalo salah satu nggak ada, dan rasa saling pengen ngelindungin satu sama lain.

Ehem, kalo menurutku pacaran itu ya cuman jadi "status" aja, toh banyak juga orang-orang yang bisa deket, saling memiliki, tanpa harus ada status "punya pacar". Tapi jujur aja, kalian juga pasti "sedikit wah" kalo udah nyandang status "pacaran". Padahal toh survey juga udah buktiin, orang pacaran itu banyak ga enaknya. Apa? 1. Orang pacaran itu lebih gampang galau ketimbang yang enggak, apa lagi kalo dicuekin atau ditinggal. 2. Orang pacaran itu terkadang ngerasa nggak bebas alias kehilangan ke-borderless-an mereka. 3. Orang pacaran itu rentan sakit, iya sakit hati. 4. Orang pacaran itu pasti pengen banget ngemilikin pasangan mereka dalam konteks fisik dan perasaannya, jadi kebanyakan sih ngatur-ngatur harus gini gitu. Nah!

Tiap ada nggak enak pasti ada enaknya dong, iya kan? Kalo enaknya apa? 1. Orang pacaran itu udah punya satu orang pasti yang bisa dicurhatin, disharingin tentang masalah-masalah dari yang penting sampe yang paling nggak penting tingkat notok jedok. 2. Orang pacaran itu kemana-mana ada yang nemenin, ada yang bakalan dicariin, ada yang dikangenin. 3. Orang pacaran itu ada yang, ehem, merhatiin.

Terus menurut kalian perlu nggak sih status pacaran itu? Walau cuman status, jujur nih menurutku perlu, walau ya nggak ngebet banget sih. Jaman sekarang, siapa yang mau dikira jomblo ngenes tujuh turunan? Nggak ada. Sekalinya mereka bilang kalo mereka jomblo bahagia, toh frekuensi galau mereka bisa jadi bukti deh. Munafik banget bilang "cinta nggak harus memiliki", iya munafik. Balik deh. Oh ya, penting nggak sih ngeshare-ngeshare status hubungan itu? Hmm lumayan penting sih, tapi plis ya jujur kalo ngeshare. Masaya ada yang ngeshare "married with blablabla", padahal masih smp sma kuliah, itu kan nggak jujur banget. Apalagi yang kalo lagi berantem masangnya "divorced', yakali lu dikira janda beneran. *koyok kon gatau ae tys* *eh sepurane, wis gak yo*

Nah, lihat gambar di atas, itu si Sumpil jelek ngajakin ngeshare status hubungan, tapi iya, aku mintanya complicated aja. Rumit. Kenapa rumit? Iya aku kan orangnya rumit, dia juga. Kita berdua rumit. Sering engkel-engkelannya daripada mesranya. Jadi status hubungannya rumit aja. *Oke, ini suatu kronologi yang entah ada hubungannya atau tidak. Sekian.*

Inti dari post ini apa sih tys, kok geje? Iya post ini geje, cuman nanya-nanyain pertanyaan yang sebenernya bisa kejawab sendiri. Intinya, ini request dikonfirm nggak ya? *padahal udah dikonfirm* Iyadeh, demi kamuuu, S. Dan sejak request itu dikonfirm, kita makin blak-blakan ya. Apa ini efek ngeshare status hubungan? Jadi lebih terbuka gitu apa gimana? Hmm, maaf juga ya ke orang-orang yang mungkin nggak suka lihat status hubungan itu dipasang. Tapi plis, relain ya. Sekali ini aja aku pengen status hubungan itu tetep disitu. Kalo bisa sih selamanya, sampe fb ditutup-tutup sendiri sama yang punya. Biar deh tetep complicated, aku senengnya malah gitu, daripada hubungan adem ayem mlempen, aku lebih milih tiap hari harus geger sama kamu, iya asalkan itu tetep sama kamu. Apasih.

Oh ya, ini pesen buat kamu yang mungkin baca post ini: gausah ngguya ngguyu baca post ini, gausah geer yo, biasa ae wek! Waktu aku ngeklik konfirm di request itu, tahu nggak aku mikir apa? Aku mikir semoga itu nggak cuman status hubungan yang dishare biar kita dikira saling "punya", aku pengennya kamu ngirim request itu tulus dari hati terdalam, oposeh. Buktiin itu nggak cuman status hubungan yang nampang di profil facebook kita. Buktiin walaupun status hubungan itu nggak ada, perasaan di antara kita tetep utuh, tetep ada, makin besar malah. Halah kata-kataku wes persis sinetron pol. Intinya tetep, makasih yaaa. :))

Ini post makin ngelantur kesana kemari, maaf ya yang kesinggung atau gimana, ehehehehek... *ngguyu inosen sak inosen-inosene wong*

...tys...

Sabtu, 05 November 2011

Girls


credit : littlemisterwalf - love.love.love

... tys ...

Sabtu, 24 September 2011

A Forever Wish


...tys...

Kamis, 01 September 2011

Dream


"It's absolutely true. For me, there's no meaning in accepting a path that others plan for you. I must choose my path. This is my life and I'm the author of it. It'll fake if I let others choose it for me, even if it's my parents. I choose path by dreaming and true dreams are definitely super hard to reach. By believing this words, I've become more stronger, tougher and braver. To grow up and reach my dream with my own abilities is what I've been working. Fighting for future! :D"


-@hellotys

Selasa, 19 Juli 2011

#8 read this ☺





Senin, 27 Juni 2011

Juni

Hello, post curhat. Hehe. :)

Nggak kerasa ya Juni udah mau berakhir? Tapi liburanku rasanya masih lama banget. Aku mungkin bakalan menjalani aktifitas normalku mulai Agustus, sebagai mahasiswi. Amiiin. Hmm, Juni tahun ini kulalui dengan ... hmm ... entah apa, susah menjelaskannya hehe. Aku terlalu sering ber-ehem, berpikir, dan berangan-angan tanpa menyadari Juni hampir berakhir dengan kegiatan-kegiatan konyol tak bermaknaku itu.

Banyak cerita yang nggak bisa dibilang cerita sih, mungkin lebih tepat dibilang beban pikiran. Awal Juni aja udah sedikit suram, hari-hari dihabiskan dengan belajar. Lalu tenaga dan pikiran dikuras SNMPTN. Setelah itu serasa lega, lega banget. Padahal masih harus nunggu sebulan buat ngerti hasilnya. Banyak mbak mas bilang kalo nasib kita waktu itu tuh kayak lagi "nyatain perasaan sama seseorang dan nunggu jawaban dari seseorang itu". Rasanya nggantung banget, ngerti kan nggak enaknya "digantung", apalagi sebulan penuh. Weh, gitu tuh kata mereka.

Tapi, dengan perlahan-lahan rasa digantungin itu hilang, cieeh. Dengan ngelakuin berbagai macem hal useless selama liburan ini (contoh: nonton drama sampe mewek-mewek gajelas, gambar-gambar gapenting, jalan-jalan tanpa arah tujuan dll.), aku lupa kalo lagi "digantungin". Iya, lupa kalo aku masih punya beban. Lihat temen-temen seumurku waktu liburan ini, mereka pada nggak mau liburan cepet selesai karena setelah selesai mereka akan menjalani hari-hari kelas XII mereka, aku sedikit merasa menang. Hore! Liburanku masih panjang, itu pikirku sejenak. Lalu aku sadar, ini bukan liburan, aku sedang dalam masa penantian panjang tentang masa depanku.

Hmm, tapi nggak semua hari kulalui dengan useless sih, ada beberapa hari aku seneng banget. Bisa rekreasi sama keluarga, bisa dapet pelajaran hidup berguna, bisa tiba-tiba seneng tanpa alasan setelah melakukan hal-hal useless tadi, hihiii. Sebenernya aku juga nggak pengen liburan ini cepet berakhir. Aku masih pengen leha-leha, main-main, dkk itu. Tapi aku juga harus sadar diri, kalo aku memperpanjang masa liburku, masa penantian masa depan juga diperpanjang.

Yah, curhat ini semakin mbulet dan nggak jelas hehe. Nah, di akhir Juni ini aku mendapatkan kabar yang entah menyenangkan atau mengecewakan. Tapi selama kabar itu adalah jalan yang ditentukan Allah untukku, aku harus nerima. Mama tiap hari nyemangatin aku agar bisa melihat ke depan. Karena kadang nggak semua yang bener-bener kita pengenin yang bener-bener kita perluin, yang bener-bener bisa bikin kita jadi "orang" suatu hari nanti. Yah, bakalan sulit juga kalo harus gagal lagi kali ini. Aku harap sih enggak, walaupun kesempatan lolosku cuman 0.03 atau 3% aku harus tetep optimis kan? Bismillah lolos ya Allah! :)

Aku, selama Juni ini, udah bisa lebih deket sama Allah. Aku juga udah bisa megang janjiku. Dengan membuktikan janji yang udah bisa kupegang dan akan terus kupegang itu, aku berharap sesuatu. Aku berharap bisa banggain bapak sama mama dalam waktu dekat ini, entah dalam bentuk apa itu.Ya, Juni yang kulewati dengan berat ini dari luar kelihatan jadi Juni yang menyenangkan. Hmm. Semoga di akhir Juni nanti aku bisa tersenyum lagi. :)

PS: Di Juni ini, ada beberapa kabar duka. Innalillahi. Ini pesan untuk kawan tercinta, Dewi Ratna Sari, yang beberapa saat lalu kehilangan ayahandanya.

"Wet, kita berjuang bersama ya, kepergian Beliau jangan kamu jadikan alasan untuk murung, menyerah dan patah semangat. Kamu harus tetep ceria kayak iwed yang biasanya. Kamu harus lebih kuat dan lebih berusaha keras demi masa depanmu. Kamu nggak sendiri, ada kita temen deketmu, ada kita sekelas juga acc, yang bakal nemenin kamu. Juni ini pasti berat buat kamu, semoga kamu tabah ya, jadi Dewi yang kuat! ;'D"

Sekian tentang Juni. Semoga masih bisa nulis entri di Juni tahun depan. :)

-@hellotys

Rabu, 18 Mei 2011

Selasa 17 Mei 2011 dan Rabu 18 Mei 2011

Halo halo! Numpang curhat lagi. Kali ini bahagia nih :D

Selasa, 17 Mei 2011.
(serasa nulis diary)

Kemaren malem, aku dapet kabar. Kabar ini bikin galau segalau-galaunya. (apadeh lebay). Pengumuman SNMPTN Undangan ternyata dimajukan. Wihiiir! Asik nih. Lebih cepet kan lebih enak, biar cepet leganya juga.

Kabarnya sih jam 7 malem hasil SNMPTN Undangan 2011 ini bakal keluar. Yaaah, akhirnya dari pagi nungguin jam 7 malem. Tidur bangun shalat makan tidur bangun shalat makan mandi dll. Oke, jobless ketambah was was itu nggak enak banget.

Jam 5, udah stay aja di depan laptop. Niatnya cuman blogwalking, nggak sengaja pas nganggur, lihat tweet orang yang bilang hasil udah ada. Udah bisa dilihat. Bzzz merinding, deg deg an. Langsung buka webnya snmptn, eh nggak ada tuh. Tapi ada temen yang udah sms, dia (Icak) keterima di Ahli Gizi Universitas Brawijaya. Wah ikut seneng! Tapi, tambah was-was dimana.

Akhirnya setelah beberapa kali coba buka webnya, bisa. Habis nulisin nomor ID sama tanggal lahir, resultnya keluar. Tidak Lulus Seleksi. Langsung lemes beneran. Terus balik ke twitter, disana banyak kakak-kakak temen-temen yang pada gabisa buka situs hasil seleksinya. Lho? Lha tadi yang takbuka apa hayo? Berharap itu hoax. Itu hoax.

Banyak banyak doa sampe jam 7. Di situs resmi bilang jam 7 sih. Akhirnya bisa dibuka lagi tuh situs. Ngisi ngisi lagi. Tetep tuh tulisannya; Tidak Lolos Seleksi. Weeeh. Lemes lagi hahaha. Ada bapak kali ini di belakang. Ngerasa bersalah banget sama bapak.

Hmm, ceritanya bapak tuh orangnya nggak gampang percayaan kalo belum buktiin sesuatu sampe detail-detailnya. Oke, takbukain lagi. Tetep tuh tulisannya. Aku mikir, "ini tulisan sampe kapanpun ya tetep gini." Tapi lihat bapak yang bingung, kasihan. Bener, ini salahku. Aku nangis habis itu. Bukan gara-gara nggak keterima, tapi gara-gara lihat bapak kecewa. Sedih nggak bisa ngebanggain ortu itu.

Terus ngebukain punya temen, Sandika. Dia lolos. Ikut seneeeng banget. Dia ikut bidik misi 2011 ke STIH ITB. Bangga dong ya punya temen pinter! Lolos men! Terus bukain lagi punya temen lain, Afifah. Weeeh sahabatku ini lolos juga. FKG Universitas Brawijaya. Hebat!

Mama mulai nih, agak kecewa juga sama hasilku. Kok nggak keterima? Ya nggak tahu. Tapi beliau lebih tabah dari bapak. Kalo bapak langsung pergi, marah-marahin Panji (sumpah ini nggak tahu kenapa), mama tetep disitu, nemenin aku sampe malem. Mama nanya-nanya hasil temen-temenku yang lain. Yaaah, di timeline twitter malem itu, rame banget. Semua pada seneng berhasil masuk, sebagian menghibur diri sendiri nggak masuk. Nasib orang, siapa sih yang tahu?

Akhirnya aku tahu delapan orang temenku lolos SNMPTN Undangan 2011 ini. Bangga banget. Akselerasi Stetsa angkatan pertama, udah bisa ngelolosin delapan orang ke Universitas, bergengsi pula. Selamat ya, Afifah di FKG UB, Sandika di STIH ITB, Koi di SBM ITB, Rizka di Metalogi ITS, Agus di Teknik Industri UB, Icak di Ahli Gizi UB, Gojal di Teknik Elektro UB, dan Wenis di PWK UB. Selamat rek! :D

Malem itu aku seneng, nggak sedih lho. Pertamanya nangis juga sih nggak bisa banggain orang tua waktu itu. Tapi, temen-temen terus nyemangatin. Mbak mas kenalan juga banyak yang nyemangatin. "Masih ada snmptn tulis dek!" Seneng lho disemangatin itu. Walau akhirnya malem itu insomnia parah sampe nggak tahu jam berapa, hahaha.

Rabu 18 Mei 2011
(masih seperti diary, sedikit penuh makna)

Bangun pagi-pagi, ke sekolah. Ada agenda cap tiga jari buku induk hari ini. Widiiih. Udah lulus rek aku udah lulus! Seneng seneng! :D

Barusan ke sekolah, udah ketemu temen-temen. Ada yang tampangnya bahagia banget (yang keterima), yang masih lemes (yang belum rela), sama yang sok tegar nih nggak keterima (tunjuk diri sendiri). Pelukan sana sini, saliman sana sini. Saling berbagi, "Selamat ya reeek!" dan "Sukses di snmptn tulis rek! Tak enteni!". Bahagia rasanya lihat temen seneng. Hehehe.

Langsung cap tiga jari di Gazeebo. Terus jalan-jalan, duduk-duduk nggak jelas sama anak-anak. Biasanya kita gini kalo lagi jam kosong. Sekarang? Mana ada jam kosong. Kangen rek.

Muter-muter juga sama anak-anak cari tempat bimbel. Telat abis mau ikut bimbel, soalnya SNMPTN tulis tinggal 12 hari lagi. Wehehehe. Ujungnya, aku mutusin enggak ikut bimbel. Entah aku yang lagi nggak pengen mikirin SNMPTN tulis atau terlalu ngentengin? Nggak lhooo, aku sama sekali nggak ngentengin SNMPTN tulis. Cuman, sayang aja uang sejuta dipake bayar bimbel, cuman sepuluh harian. Kasihan ah bapak. Mending belajar sendiri di rumah, niat, rajin, bismillah bisa! :)

Balik ke sekolah, lihat tampang sahabatku tercinta, Afifah, agak nggak tenang, kenapa ya? Mikir hmm. Mungkin ada masalah kali ya, harusnya dia kan seneng? Ini isi pikiranku peh lihat kamu murung. Harusnya kamu seneng dong diterima, jadi paling tinggi lagi grade jurusan yang nerima kamu. Senyum dong fah! Kalau ada yang iri sama kamu, biarin aja lah. Usaha dan kejujuranmu selama ini, membuahkan kado ini peh! Selamat!

Terus ketemu Rizka juga, nih anak galau mau ngambil SNMPTN undangannya apa enggak. Weeitts kemarin malem mikirin nih anak sampe ikutan galau juga. Mikirin dari mulai dia termasuk salah satu yang semangat di detik-detik UN kemarin, dia pas UN juga usaha keras, sampe kepikiran macem-macem, contohnya, betapa pelonya dia (aku juga ding), dan beberapa minggu lagi, aku udah pisah sama dia, nggak ada lagi nih yang ngajarin caranya sok tegar. Hehee, nggak ada lagi yang kalo diajak ngomong, mboh budek apa emang nggak denger, terus njawab dengan tampang polos setengah teroris. Bisa bayangin? Hehehe. Intinya, aku pengen kamu ngambil undanganmu riz!

Habis ngomong panjang lebar tinggi jadi volume, kita, yang mau daftar SNMPTN tulis, berangkat. Yuhuuu, ke Bank Mandiri bayar biayanya. Ada yang masih bingung milih IPA apa IPC. IPA dong rek, eman kalian sekolah dua tahun siksaan IPA kalian buat apa. Hehehe.

Sambil ngantri daftar, aku, Iwed, sama Lucia ngobrol-ngobrol. Banyak hal dari yang tentang nilai UN sampe masalah pekerjaan nanti kalo udah besar. Nyelimur kemana-mana. Haha. Terus bayar uang SNMPTN. Terus ngobrol sama temen-temen lain, janjian kapan daftar SNMPTN tulisnya. Yak, besok jam 10. Monggo yang mau ikut daftar? :D

Habis jalanin amanah mama buat nyetak foto, langsung pulang. Sampe rumah, langsung kasih kabar ke ortu, kalo ternyata STAN belum bisa dibayar sekarang. Kasih kabar juga tentang UNAIR yang buka PMDK tertulis. Sayang ya, PMDK AKSEL UNAIR udah nggak ada. Hmm Hmm. Akhirnya cari-cari info. Deal mau daftar itu juga, sama Annisah daftarnya. Hore ada temen, seneeeng!

Mau tidur siang, eh nggak bisa. Gaboleh ding, dimarahin bapak, gaboleh tidur, soalnya nanti malem bikin gabisa tidur. Entah, bapak jadi tambah perhatian. Wah terharu sama bapak. Akhirnya nggak jadi tidur (ini sumpah nggak penting banget).

Sorenya, ditelfon Afifah. Dia bilang kangen. Berapa jam sih fah kita terpisah? Gimana kalo kuliah nanti? Hehehe nggak nggak fah. Afifah nangis. Sahabatku ini nangisan pol, sama ding kayak aku. Dikit-dikit nangis, bedanya aku nangis gara-gara film ato baca novel ato dimarahin, oke balik lagi. Dia nelfon, cerita dikit. Wah ikut nangis deh hiks sedih. Nangis sambil ketawa ketiwi juga sih, sadar buat apa nangis, hehehe. Tapi yoini kita, DUO NANGISAN. Oke, nama itu nggak keren.

Afifah cerita tentang nggak teganya dia lihat temennya yang nggak keterima. YA ALLAH IKI LHO BARU KANCA! Terharu banget dia bisa sepeduli ini sama temen-temennya. Coba kemarin-kemarin, dia nangis semaleman apa ada yang peduli? Maaf yo peh, aku cuman bisa nyemangatin kamu kalo kamu nangis. Paling nggak akhirnya kamu senyum kan, lek taksemangatin, lek takmarahin. Hehehe.

Dia juga cerita, nggak akan ada yang NYASAR bareng dia lagi (inget hobiku sama Afifah, nyasar, oke ini juga ga keren), yang tiap jumatan BOLOS ESKUL bareng, terus ke McD hehehe, yang senasib sepercintaan, HIKS. Iyo peh ayo yo sedih. Nggak akan ada kamu lagi habis ini. Ini aku nulis ambek nangis lho peh, hehehe.

Afifah sama temen-temen lain doain aku biar lulus SNMPTN tulis 2011, doain yang lain juga sih. Kami pengen suksesnya bareng-bareng. Aku sama Afifah pengen dipanggil "MBAK DOKTER" bareng-bareng. Pengen foto-foto lagi di depan fakultas kedokteran. Pengen nyasar lagi, kalo pulang bareng. Hehehe.

Wah sumpah, hari ini aku belajar banyak. Tentang mana temenmu yang peduli kamu dan mana yang bener-bener peduli (yang takmaksud disini juga nggak cuman Afifah kok rek, kalian semua juga, ACOUSTIC juga :D). Tentang gimana kita harus bersikap jika mengalami kegagalan, tetep harus bahagia dong. Tentang gimana temen kita ikut sedih kita gagal. Tentang gimana kita ikut seneng temen kita berhasil. Tentang semangat-semangat yang temen kita kasih, agar nanti, semoga dalam waktu dekat ini, kita bisa berhasil bareng-bareng. :)

Udah deh capek (bener bener asal ngepost, biasa blogger amatiran ya gini, he he he). Seneng hari ini! :)

Tetep senyum rek yang belum berhasil, tetep berjuang! :D

...tys...

Senin, 16 Mei 2011

Senin, 16 Mei 2011.

Hello Bloggers. Numpang curhat. Hehehe.

Yaaa, hari ini pengumuman kelulusan SMA. Pengumuman kelulusanku dan kakak-kakak kelas XII lainnya. Seneng banget karena kemarin Minggu, kita semua sudah dapet kabar kalo Stetsa lulus 100% tahun ini. Terimakasih Diknas yang sudah mempermudah sistem kelulusan tahun ini.

Tapi kabar itu nggak bikin kita semua puas. Masih bertanya-tanya berapa NUN yang kami peroleh. Hari ini, Senin 16 Mei 2011, adalah hari yang kutunggu-tunggu sejak dua tahun lalu. Sejak kuinjakkan kakiku di Stetsa tercinta. Hari ini pengumuman kelulusan. Hasil belajarku selama dua tahun penuh.

Jam tujuh pagi, aku dan teman-teman XII Aksel, sudah berkumpul. Ini semua gara-gara sms wali kelas kita, yang sedikit berlebihan. Menyuruh kita berkumpul sebelum jam tujuh, mengenakan batik (walaupun akhirnya aku mengenakan seragam pramukaku), dan bersiap menandatangani surat pernyataan. Surat yang isinya berjanji tidak melakukan; Konvoi bersama dan corat-coret baju seragam. Tapi, mustahil sekali ya anak SMA yang udah lulus nggak ngelakuin itu. Haha, tapi akhirnya kita semua menandatangi surat itu, karena ternyata surat itu ditukarkan dengan surat keterangan lulus.

Jam sepuluh, para orang tua siswa siswi kelas XII sudah berdatangan, menuju kelas masing-masing. Deg deg an saat mengantar mama ke ruang Seni 1 di atas. Setelah semua berkumpul, baru Bu Indri memulai ceramah (agak) singkatnya. Aku dan teman-teman menunggu di luar kelas. Pak Tri pun ikut nimbrung di dalam. Itu lah yang menyebabkan kelasku paling terakhir mendapatkan surat kelulusan. Yah.

Tahun ini Stetsa membanggakan. Mbak Indah, anak XIIA2, berhasil meraih peringkat 3 IPA se-Kota Malang. Turut senang dengan hal itu. Banyak juga yang mendapatkan nilai 10 dengan, ehem usaha sendiri.

Akhirnya satu persatu wali murid keluar dari kelas. Mama keluar membawa map berisikan surat kelulusanku. Ada nilai rata-rata rapor, nilai ujian sekolah dan nilai ujian nasional. Raut wajah mama, nggak begitu senang.

"Ayo pulang." kata mama.

Seketika aku langsung berpikir, ini pasti hasilnya jelek. Aku takut.

"Lho? Kenapa ma?" tanyaku sambil membuka map itu. Terkejut? iya. Hasilnya nggak memuaskan.

Aku tahu itu nggak memuaskan karena, mbak mas yang lewat mesti bilang "alhamdulillah fisika 9", "matku 9!", "weee jos rek." Gimana nggak sedih tuh? Eiiits, tapi aku sok tegar bilang ke mama, "Itu ngerjain sendiri ma."

Nyari-nyari ada nggak nilai 9 di NUNku. Haha, ada cuman satu. Bahasa Inggris. Weee cukup lah membuatku tersenyum sedetik saat itu. Tapi, pelajaran lainnya sungguh mengecewakan. Aku berbalik, melihat teman-temanku. Raut wajah mereka kebanyakan kecewa. Aku ngerasa nggak enak banget.

Tapi, beberapa orang disana, rek maaf ya, mereka bahagia. Hemm, mereka yang kebanyakan nggak jujur waktu ngerjain UN nya. Pikiran-pikiran jelek terus menggangguku waktu UN, tentang mereka. Aku takut kunci jawaban yang mereka dapat itu salah. Aku takut mereka gagal. Aku bodoh, terlalu memikirkan mereka. Sekarang mereka berhasil dengan ulahnya. Selamat ya teman, kakak-kakak. Nggak akan kuungkit lagi kok masalah ini. Itu cara kalian, ini caraku. Aku nggak benci kalian, aku cuman kecewa, sedikit. Hehe maaf bukannya sok.

Ngelihat temen-temen yang awalnya kecewa sama hasil mereka, sedih banget. Nggak bisa berbuat apa-apa, useless. Aku ngerti, hasilku juga sama mengecewakannya dengan mereka. Tapi apa toh gunanya sedih sekarang? Apa toh gunanya nunjukkin kesedihan sekarang? Rek, aku pengen kalian senyum. Itu semua lho HASIL KERJA KERAS KALIAN SENDIRI rek.

Beberapa temenku langsung pulang, aku juga ding. Awalnya nggak pengen pulang, tapi mama ngengkel. Yaudah lah. Toh aku juga lagi nggak mood hura-hura, nggak mood konvoi illegal yang temen-temen lain ikutin, nggak mood coret-coret soalnya nggak bawa baju putih. Eaaa.

Sampai di rumah, banyak sms masuk ke hpku. Dari tumi, sandika, selvina, rizka, afifah, dll. Mereka semua ngirimin sms "semangat", nggak semua sih, beberapa. Aku yang waktu itu masih kecewa juga sama hasilku, disadarin sama mama.

"Halah, buat apa nilai bagus kalo nggak kerja dewe? Wes gausah dipikirin. Habis ini snmptn lho kamu. Nilaimu lho nggak pengaruh apa-apa pas snmptn."

Beliau bener, nggak ada pengaruhnya. Aku balas satu persatu sms temen-temen dengan pulsa tipis banget hiks, buat kalian rek. Nyemangatin mereka satu-satu. Bangga punya temen kayak mereka. Lebih mentingin kerja sendiri dan dapet nilai murni, daripada nggak jujur terus dapet nilai bagus. Salut banget.

"yang penting jujurnya bu" Rizka.

"Ini bukan akhir perjuangan, langkah kita masih panjang, bukan karena nilai. tapi kejujuran kita." Selvina.

"Gakpopo rek, sing penting lulus! iku hasile awak dewe jujur rek, semangat!" Tumi.

dll.

Gimana nggak seneng hayo punya temen-temen kayak mereka ini? Pengen nagis rasanya, eh udah nangis ding. Hahaha.

Aku bangga lho rek fisika, biologi, kimia, bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika, ngerjain sendiri. Bangga banget, walaupun hasilnya rata-rata nilai akhirku 8-an, nggak bisa setinggi mbak mas yang hampir 9. Aku bangga. :)

Habis smsan sama temen-temen deketku ini, aku lega bangeeet. Beberapa dari mereka udah nggak mikirin angka-angka di kertas itu lagi. Beberapa dari mereka sadar, perjuangan kita lho nggak berhenti. Habis ini kita malah bakalan masuk dunia "orang dewasa" yang pastinya, bakal lebih kejem daripada sekarang, so, hargai usaha kita sekarang, apapun hasilnya itu.

Satu hal yang kupelajari dari hari ini. Lulus itu bukan seberapa bagusnya angka-angka yang ada di surat lulusmu. Lulus itu bukan seberapa hebohnya kamu hura-hura habis kelulusan. Lulus itu bukan berapa tanda tangan temen-temen kamu yang ada di seragammu. Lulus itu seberapa dalam kamu belajar dari apa yang terjadi selama tahun-tahun belajarmu. Lulus itu seberapa kamu bangga akan hasil yang kamu peroleh, dengan kerja kerasmu. Lulus itu bangga punya temen-temen yang bener-bener peduli dan bakal jadi kenangan masa putih abu-abumu yang terindah. Lulus itu tersenyum bareng kalian rek, teriakin kata-kata ALHAMDULILLAH KITA LULUS.

Terima kasih bapak ibu guru, mbak mas Stetsa lulusan 10/11 atas semua yang kalian berikan selama ini. Semoga terkenang selalu masa-masa Stetsa kita. Semoga apapun yang kalian lakukan selama ini, bisa dibalas hal baik sama Allah. :)

Satu hal lagi dari hari ini ... SELAMAT YA TEMEN - TEMEN AKSELERASI STETSA ANGKATAN PERTAMA, KALIAN HEBAT, KALIAN SEGALANYA, KALIAN BERHASIL!

...tys...

Sabtu, 23 April 2011

a Little Note

I figured out my playlist, recent-play, was playing Mayday Parade - If You Can't Life Without Me Why Aren't You Dead Yet?. Long tittle isn't it? Haha. I searched this song lyric and I'm amazed. This song have a pathetic lyric. About a guy who's left by his ex. Hmm, trouble, nice, haha. I took some lyric and made my note below, check this out. Sorry for spamming, eheee! :D

Baby, I sorely miss the vibrant gleam
That's in your eyes
I'll write a song about it
And maybe if the melody's just right
I hope tonight it will find you
It will remind you

But what's holding me back
Is the thought of time we never had
My world's hanging by three words
That I can't bear to say


Baby, I told myself that I'll be fine
But it's a lie

I don't wanna talk about it
Memories, oh, they cut like knives
Deep inside, I'm falling
Baby, catch me if you can

When you hear this chorus
Do you miss the way the world was spinning for us?
Do you hurt the way that I do?
After all this time, you leave me broken
This song is every word I left unspoken

When you hear this, girl, I'm hoping
That you'll think of us

Baby, I sorely miss the vibrant gleam
That's in your eyes



How do you think? This lyric is too much miserable. Yes, it is. I know, what he (the song writer) means about "three words that I can't bear to say", it's I LOVE YOU. Three words. Eight letters. Owkay, this is simply awful, because you know, once you read this, all you feel was nothing, but if you had ever been like this people, who writer involved in this song, you will be in TEARS. Trust me. I read this and I cry, I'm sorry for being easy-crying girl, but it's me. Sorry. Back! I'm surely sure, this song can makes you depressed! Aw! Although it's not a "galau" song or, maybe headbang song (this song is just another simple song like another), this song can make you a little cry or a little angry or whatever you want if you don't know what you feel (this mean nothing haha).

Owkay, I just want to share this, enjoy, listen this song, especially when you're not in a good mood! :p


...Tys...

Jumat, 15 April 2011

Sebentar Lagi

15 April 2011. "Sebentar Lagi."

Masa-masa SMA yang kata orang menyenangkan itu, mulai kelam. Ujian datang (yang bagiku) terlalu cepat. Ya, ini jalanku sendiri. Aku memilih untuk menjalani masa SMA hanya dalam dua tahun. Dan salah satu resikonya adalah perpisahan dengan masa ini datang sebelum waktunya. Datang terlalu cepat.

Kata orang aku bodoh, menyia-nyiakan masa SMA-ku. Kata orang aku rugi, tak menjalani masa-masa indah seperti mereka. Mereka salah, justru masa SMA yang kualami adalah masa yang berbeda daripada masa yang mereka alami. Masa yang lebih sulit. Masa yang (kuyakin) berakhir lebih bahagia. Masa yang akan kuakhiri dalam hitungan hari ini.

H-2. Begitu kata mereka. Senin 18 April nanti, aku sudah mulai menjalani ujian nasional, salah satu penentu kelulusan. Dengan beberapa sugesti positif dan semangat orang-orang di sekitarku, aku yakin aku bisa. Harus bisa. Karena apa? Aku harus mengakhiri masa SMA-ku dengan keberhasilan yang lebih membanggakan orang tua-ku. Harus mengakhiri dengan senyuman puas yang kuperoleh dari hasil kerjaku sendiri di UN nanti, amin.

Ada beberapa hal yang ingin kukatakan, untuk siapa saja yang mungkin membaca post ini. Aku sayang kalian. Aku benar-benar minta maaf jika aku sengaja atau tidak sengaja menyakiti kalian, berbuat salah ataupun membuat kalian berprasangka buruk tentang aku. Aku juga minta doanya untuk kelulusan dan keberhasilanku kelak, agar aku dapat masuk di PTN pilihanku, tahun ini.

Ada juga yang ingin kukatakan untuk teman-temanku XII AKSELERASI di seluruh Indonesia ini, tetap semangat! Kita bisa. Kita harus bisa. Kita akan berhasil. Mulai semuanya dengan kepercayaan diri dan berusahalah semaksimal kalian, dengan cara yang jujur, halal dan membawa kebaikan pada diri kalian dan orang sekitar kalian.

Juga untuk temanku XII AKSEL Stetsa, terus berjuang rek! Kalian pasti berhasil. Kita akan berhasil bersama. Lulus berdelapan-belas. Diterima di PTN pilihan masing-masing, entah lewat SNMPTN undangan atau lewat jalur lainnya. Kita bisa. Terima kasih untuk waktu yang kalian berikan, waktu berharga yang mengisi masa SMA-ku. Terima kasih, aku sayang kalian semua.

Untuk guru-guruku, mulai jenjang TK sampai SMA ini, aku minta maaf. Maaf kalau aku tak bisa menemui kalian semua, waktu dan jarak sedikit mempersulit kita. Aku minta maaf atas hal-hal buruk yang kulakukan pada kalian, tapi kalian tetap memberiku ilmu. Aku minta doa untuk kali ini. Aku minta doa kalian, agar aku mengakhiri masa SMA-ku yang tinggal hitungan hari ini, dengan keberhasilan. Terima kasih selama ini telah membimbingku. Aku sayang kalian semua.

Untuk orang-orang sekitarku, yang mendukung, menyemangati dan mensugesti positif diriku selama ini, aku benar benar berterima kasih. Kalian semangatku. Kalian cahaya di gelapku. Kalian segalanya.

Ya, ini doaku di akhir masa SMA-ku. Masa-masa indah dengan sedikit pengalaman dan banyak pelajaran yang kudapat. Masa-masa suka duka yang kujalani bersama teman-temanku. Masa-masa yang akan berakhir sebentar lagi. :)

...tys...

Senin, 17 Januari 2011

#6 read this ☺

READ THIS
I miss your smile
And I still shed a tear
Every once in a while
And even though it's different now
You're still here somehow
My heart won't let you go
And I need you to know
I miss you ...

You used to call me your dreamer
And now I'm living out my dream
Oh how I wish you could see
Everything that's happening for me
I'm thinking back on the past
It's true that time is flying by too fast

(c) Milley C.

Jumat, 07 Januari 2011

#5 read this ☺

lies ?

Jumat, 24 Desember 2010

#4 read this ☺