Social
Sabtu, 24 September 2011
Rabu, 21 September 2011
College: New Friends
well bloggers, aku sudah kuliah sekarang. Tapi tebak apa? Iya, aku masih berstatus MaBa (Mahasiswa Baru) yang terikat banyak aturan, dengan kata lain kuliahku belum bebas. Aku masih punya 5 bulan ke depan untuk hidup merana terikat aturan panitia ospek jurusan dan menjadi mahasiswa biasa-biasa saja.
Oke cukup curhatnya, dan di post ini, aku pengen ngenalin temen-temen baruku. Iya ini temen-temen baruku di PSTIUB'11 kelas B, hmm cuman cewek sih, cowoknya nggak ikut foto, hehee.
Kelasku biasa, malah masih terasa seperti SMA, nggak heran kalo disebut kelas XIII. Hmm, kita sekelas 38 orang, 15 cowok dan 23 cewek. Baru masuk semingguan, berasa udah akrab. Hmm, emang kata orang lebih gampang akrabnya kalau kuliah gini. Oke, kelasku ini termasuk yang rame bin aneh. Sekian.
Oke, layaknya suatu kelas, dengan berbanyak orang di dalamnya, pasti kan ada beberapa orang yang istilahnya lebih deket lah dengan kita ketimbang yang lainnya, nah aku juga punya itu. Ini dia mereka ...
Dari kiri ke kanan ya. Pertama ada Sisil, cewek asli Probolinggo yang pacarnya juga maba di T.Elektro UB, tiap hari goncengan ke kampus, pelopor JJ, sampai sekarang kita manggil dia pake sebutan JJ. Terus ada Sita, cewek asli Jogja ini kalo ngomong medok banget, iya banget, tapi lucu. Terus ada Mutiara, awalnya takpanggil Siti gara-gara nama depannya hehee, dia asli Malang, dari SMA tetangga lah. Terus ada Windy, tetanggaku, temen main dari kecil, nasib membuat kita bertemu lagi, di satu universitas-fakultas-jurusan-kelas yang sama. Sebelahnya lagi Gisti, cewek yang asli Malang juga, lulusan SMAN10, sama-sama asli Sundanya. Sebelahnya lagi ada Olif, cewek Surabaya yang kalo ngomong nggak bisa nyante, sering jadi guyonannya anak-anak, nasibnya lumayan kacau hahaha. Sebelahnya lagi ada saya pastinya!
Sementara itu cerita tentang temen-temen baru, oh iya yang seumuran sama aku dikit banget, cuman 2 orang, Dea sama Shofa, mereka berdua cowok lho jangan salah, kita bertiga paling muda di kelas, asikasik!
Dan tebak apa bloggers? Aku sekarang ketua kelas, ini karena paksaan Olif yang aslinya ketua kelas dan karena aku yang berdomisili di Malang, oke itu bener-bener random. Selamat datang kehidupan kuliah, selamat datang teman-teman baruuu! :D
Oke cukup curhatnya, dan di post ini, aku pengen ngenalin temen-temen baruku. Iya ini temen-temen baruku di PSTIUB'11 kelas B, hmm cuman cewek sih, cowoknya nggak ikut foto, hehee.
Kelasku biasa, malah masih terasa seperti SMA, nggak heran kalo disebut kelas XIII. Hmm, kita sekelas 38 orang, 15 cowok dan 23 cewek. Baru masuk semingguan, berasa udah akrab. Hmm, emang kata orang lebih gampang akrabnya kalau kuliah gini. Oke, kelasku ini termasuk yang rame bin aneh. Sekian.
Oke, layaknya suatu kelas, dengan berbanyak orang di dalamnya, pasti kan ada beberapa orang yang istilahnya lebih deket lah dengan kita ketimbang yang lainnya, nah aku juga punya itu. Ini dia mereka ...
Dari kiri ke kanan ya. Pertama ada Sisil, cewek asli Probolinggo yang pacarnya juga maba di T.Elektro UB, tiap hari goncengan ke kampus, pelopor JJ, sampai sekarang kita manggil dia pake sebutan JJ. Terus ada Sita, cewek asli Jogja ini kalo ngomong medok banget, iya banget, tapi lucu. Terus ada Mutiara, awalnya takpanggil Siti gara-gara nama depannya hehee, dia asli Malang, dari SMA tetangga lah. Terus ada Windy, tetanggaku, temen main dari kecil, nasib membuat kita bertemu lagi, di satu universitas-fakultas-jurusan-kelas yang sama. Sebelahnya lagi Gisti, cewek yang asli Malang juga, lulusan SMAN10, sama-sama asli Sundanya. Sebelahnya lagi ada Olif, cewek Surabaya yang kalo ngomong nggak bisa nyante, sering jadi guyonannya anak-anak, nasibnya lumayan kacau hahaha. Sebelahnya lagi ada saya pastinya!
Sementara itu cerita tentang temen-temen baru, oh iya yang seumuran sama aku dikit banget, cuman 2 orang, Dea sama Shofa, mereka berdua cowok lho jangan salah, kita bertiga paling muda di kelas, asikasik!
Dan tebak apa bloggers? Aku sekarang ketua kelas, ini karena paksaan Olif yang aslinya ketua kelas dan karena aku yang berdomisili di Malang, oke itu bener-bener random. Selamat datang kehidupan kuliah, selamat datang teman-teman baruuu! :D
...tys...
Selasa, 13 September 2011
4sq: New Campus Badges
Helloh bloggers! Helloh jumpers! :)
Again, our beloved 4sq corporate with many universities to make some new badges. Tadaaaa! Campus badges!
Until now, there's some badges, such as:
Yeah, it's really something! But unfortunately we can't unlocked them all. We just have a chance to only unlock one of them. Really disappointing, huh? Yeah, especially for us, jumper. :(
Okay, if you want unlock it, just follow its university page and then check-in to 10-15 venues they recommended. Just as simple as other partner-badges.
Happy 4sq-ing! :)
Again, our beloved 4sq corporate with many universities to make some new badges. Tadaaaa! Campus badges!
Until now, there's some badges, such as:
Yeah, it's really something! But unfortunately we can't unlocked them all. We just have a chance to only unlock one of them. Really disappointing, huh? Yeah, especially for us, jumper. :(
Okay, if you want unlock it, just follow its university page and then check-in to 10-15 venues they recommended. Just as simple as other partner-badges.
Happy 4sq-ing! :)
...tys...
Jumat, 02 September 2011
Bandung
Hello bloggers! Ini akan jadi post yang terlau panjang, heheee.
Ini H+1 Lebaran dan masih di sini lah aku, di Banduuung! Tebak apa? Sebenarnya aku lumayan bosan di sini, karena yahhh aku dan keluarga belum pergi kemana-mana sampai hari ini, kemana-mana yang kumaksud adalah rekreasi, seperti halnya yang kami lakukan tiap tahunnya.
Yahhh, tahun ini, keluargaku cukup banyak ditimpa musibah, tapi alhamdulillah Allah masih membuat kami semua bisa berkumpul di lebaran tahun ini. Sayangnya tahun ini, kami tidak bisa mengajak warga desa untuk berekreasi. Yah, uang bapak sudah terlanjur habis untuk biaya operasi, bayar kuliahku, bayar uang gedungnya Panji, beli mobil untuk mama (yang ini benar-benar bukan musibah -___-) dan lain-lain. Jadi tahun ini kami memutuskan untuk tidak kemana-mana. Yah, seminggu di Bandung, pengeluaran kami bisa setara dengan sebulan di Malang. Apa-apa serba mahal.
Tahun ini, alhamdulillah bapak masih bisa mengadakan syukuran, yang notabene kami adakan tiap tahunnya disini, untuk mensyukuri apapun yang Allah berikan kepada kami. Tahun ini, kami mengadakan syukuran atas selamatnya Bapak dalam kecelakaan maut dan operasinya dua bulan lalu. Bapak mengadakan buka bersama beberapa hari yang lalu, dan beliau menjadi sibuk karena proyek langgar yang didirikannya di Cijagra. Niat baik ini sebelumnya disangkal nenek, karena terlalu sayang jika harus menghabiskan uang lagi dan lagi. Tapi ini semua bapak lakukan demi nenek.
"Pahala dari langgar itu terus mengalir, selama ada orang yang memakainya untuk beribadah." - Bapak.
Itu tadi sekilas tentang kenapa tahun ini kami tak pergi kemana-mana. Jadi inget, tahun lalu kami sekeluarga dan sepupu-sepupu pergi ke Seaworld Ancol dan TMII. Tahun lalunya lagi kami sedesa pergi ke Jakarta, untuk melancong ke berbagai tempat, seperti Ancol, Monas, dan Masjid Istiqlal. Dan begitu pula tahun-tahun menyenangkan sebelumnya. Dipikir-pikir bapak itu orangnya baik banget kalau udah lebaran gini. Hehehee.
Tahun ini, yahhh, kita hanya ingin berkeliling Bandung seperti biasanya. Tujuan utama tahun ini adalah Bosscha dan ITB, seperti biasa. Bapak memang setiap tahunnya mengunjungi ITB, mantan kampusnya ini penuh sesak karena berdekatan dengan Kebun Binatang Bandung dan dekat dengan area Pasar Murah. Jalan-jalan santai di sana memang selalu menyenangkan. Ini kami lakukan tiap hari Jumat, selama kami di Bandung. Tapi ups, sayang sekali lagi, tahun ini kami tidak melakukannya, karena info terlalu penuhnya orang di sana, membuat kami mengalihkan tujuan kami ke Trans Studio Bandung.
Kami berangkat pagi-pagi, lagi-lagi menghindari kemacetan Bandung. Ini tampang girangku sebelum berangkat ... purple everywhere!

Kami berangkat naik mobil Panther, disupiri Mas Min. Iya tujuan hari ini lumayan banyak sih, TSB, BSM, rumah saudara, Cibaduyut, dll. Yap! Kita berangkat. Pertama kita ke rumah saudara di Ci...ah, aku lupa namanya. Ohya, hari ini kami jalan-jalan bersama Bibi Euis dan keluarganya. Ada aa' Deni sama aa' Arif. Hehee. Ini foto di rumah adiknya nenek.

Lalu, kami berpisah setelah itu. Aku sekeluarga beranjak ke TSB BSM, sementara aa' Arif dan keluarganya pulang ke Padalarang. Kami terus, dan lagi-lagi masih sering nyasar kalau nyari BSM itu dimana. Ini dia orang Bandung yang nggak apal Bandung. Maklum, udah lama di Malang, eh tapi di Malang juga masih sering nyasar ding, ehehe. Kami akhirnya sampai di TSB, BSM.

Nasib yang Malang, TSB penuh sesak. Sampai mau antri tiket saja rasanya udah males. Hmm, pintu masuknya yang berupa eskalator pun banjir manusia. Hiks, akhirnya kita sekeluarga BATAL ke sana. Jadi, sedikit menggeje ria di BSM, kami berjalan-jalan. Kami mencari toko SEGA, sejenis toko yang menjual kaset PS, PSP, Wii dan sebangsanya. Maklum, aku dan adik-adikku fanatik sekali pada game. Tapi, nasib Malang kami berlanjut, ternyata SEGA udah pindah ke Dago. Entahlah. Jadi, hari itu di BSM, kami cuman muter-muter nggak jelas. Eh, jelas ding, kami beli J.Co dan berfoto ria. Hahahaa.



Selanjutnya kami ke Dago, masih mencari SEGA. Mall Dago sepi sekali hari itu. Hanya penjual makanan dan cafe yang masih buka, bukan salah penjual, ini memang masih H+1 dan kami sudah ingin belanja. Hmmm. Akhirnya kami nggak nemuin SEGA di mana pun. Frustasi kecil, kami pun ke Cibaduyut.
Cibaduyut, seperti yang kalian tahu, adalah tempat dimana tas, sepatu dan sebangsanya dijual murah. Otomatis, mama, satu-satunya yang gila belanja di keluarga kami, menyerbu berbagai macam toko disana. Sampai-sampai kami menunggunya lamaaa sekali. Sambil nunggu makan J.Co sambil ngemilin J.Cool dulu ... Hahahaa.


Ini beberapa foto yang kami ambil di Cibaduyut, di depan supermarket.



Lalu, setelah hari sudah sore menjelang malam, kami memutuskan untuk pulang. Hmmm, rencana ke Bosscha hari itu ditunda besoknya. Hmmm, kami pulang.
Esoknya, hari Jumat tepatnya, Jumat sore lebih tepatnya, kami melanjutkan acara jalan-jalan Bandung kami. Bosscha! YAY! Kami pergi melewati Tol Cipularang yang katanya angker setelah berkali-kali ada kejadian disana. Perjalanan sore dengan hiasan Sunset tak terasa menyeramkan sama sekali. Oke, kita terus mengikuti petunjuk jalan yang menunjukkan jalan ke LEMBANG, berharap kami tidak tersesat. Hmmm. Akhirnya setelah hujan, kesasar, dan mogok di tengah jalan, kami sampai di LEMBANG.
Terus menanjak ke atas, mencari Observatorium Bosscha. Agak tersesat namun menyenangkan. Berkali-kali turun untuk bertanya ke orang di pinggir jalan, menggunakan Bahasa Sunda tentunya. Akhirnya kami sampai di Bosscha! Namun, nasib malang sepertinya masih menghantui kami, ternyata Bosscha tutup, pegawai dan staffnya libur sampai tanggal 12 September. Betapa tragisnya nasib kami. Alhasil kami hanya bisa lihat-lihat lokasi, tanpa meneropong satu pun benda langit. Yang kusebalkan adalah, ini pertama kalinya aku ke Bosscha, tapi hanya ini yang kudapat. *sigh*
Oke, kami pulang, eh mampir rumahnya a' Arif ding. Kami sekali lagi nyasar ke Padalarang. Hmm, tahun ini benar-benar malang nasib kami. Handheldku juga mati dari awal, jadi tak sempat kufoto satu pun objek yang kami lewati malam itu. Kami awalnya hendak bermalam, tapi nggak jadi. Hmmm, akhirnya pulang. Melewati jalan tol Cipularang lagi, kali ini aku berniat melek sampai rumah, menemani bapak yang nyetir mobil sedan sendiri, tapi ternyata aku gagal, aku tertidur di tengah jalan dan mendapati kami sudah sampai di rumah waktu bangun. Alhamdulillah berapa kali pun kami lewat Cipularang, tak terjadi apa-apa pada kami.
Yakkk, berakhir sudah cerita Bandungku yang benar-benar singkat ini. Heheee. Sampai ketemu tahun depan, Bandung! :)
Ini H+1 Lebaran dan masih di sini lah aku, di Banduuung! Tebak apa? Sebenarnya aku lumayan bosan di sini, karena yahhh aku dan keluarga belum pergi kemana-mana sampai hari ini, kemana-mana yang kumaksud adalah rekreasi, seperti halnya yang kami lakukan tiap tahunnya.
Yahhh, tahun ini, keluargaku cukup banyak ditimpa musibah, tapi alhamdulillah Allah masih membuat kami semua bisa berkumpul di lebaran tahun ini. Sayangnya tahun ini, kami tidak bisa mengajak warga desa untuk berekreasi. Yah, uang bapak sudah terlanjur habis untuk biaya operasi, bayar kuliahku, bayar uang gedungnya Panji, beli mobil untuk mama (yang ini benar-benar bukan musibah -___-) dan lain-lain. Jadi tahun ini kami memutuskan untuk tidak kemana-mana. Yah, seminggu di Bandung, pengeluaran kami bisa setara dengan sebulan di Malang. Apa-apa serba mahal.
Tahun ini, alhamdulillah bapak masih bisa mengadakan syukuran, yang notabene kami adakan tiap tahunnya disini, untuk mensyukuri apapun yang Allah berikan kepada kami. Tahun ini, kami mengadakan syukuran atas selamatnya Bapak dalam kecelakaan maut dan operasinya dua bulan lalu. Bapak mengadakan buka bersama beberapa hari yang lalu, dan beliau menjadi sibuk karena proyek langgar yang didirikannya di Cijagra. Niat baik ini sebelumnya disangkal nenek, karena terlalu sayang jika harus menghabiskan uang lagi dan lagi. Tapi ini semua bapak lakukan demi nenek.
"Pahala dari langgar itu terus mengalir, selama ada orang yang memakainya untuk beribadah." - Bapak.
Itu tadi sekilas tentang kenapa tahun ini kami tak pergi kemana-mana. Jadi inget, tahun lalu kami sekeluarga dan sepupu-sepupu pergi ke Seaworld Ancol dan TMII. Tahun lalunya lagi kami sedesa pergi ke Jakarta, untuk melancong ke berbagai tempat, seperti Ancol, Monas, dan Masjid Istiqlal. Dan begitu pula tahun-tahun menyenangkan sebelumnya. Dipikir-pikir bapak itu orangnya baik banget kalau udah lebaran gini. Hehehee.
Tahun ini, yahhh, kita hanya ingin berkeliling Bandung seperti biasanya. Tujuan utama tahun ini adalah Bosscha dan ITB, seperti biasa. Bapak memang setiap tahunnya mengunjungi ITB, mantan kampusnya ini penuh sesak karena berdekatan dengan Kebun Binatang Bandung dan dekat dengan area Pasar Murah. Jalan-jalan santai di sana memang selalu menyenangkan. Ini kami lakukan tiap hari Jumat, selama kami di Bandung. Tapi ups, sayang sekali lagi, tahun ini kami tidak melakukannya, karena info terlalu penuhnya orang di sana, membuat kami mengalihkan tujuan kami ke Trans Studio Bandung.
Kami berangkat pagi-pagi, lagi-lagi menghindari kemacetan Bandung. Ini tampang girangku sebelum berangkat ... purple everywhere!

Kami berangkat naik mobil Panther, disupiri Mas Min. Iya tujuan hari ini lumayan banyak sih, TSB, BSM, rumah saudara, Cibaduyut, dll. Yap! Kita berangkat. Pertama kita ke rumah saudara di Ci...ah, aku lupa namanya. Ohya, hari ini kami jalan-jalan bersama Bibi Euis dan keluarganya. Ada aa' Deni sama aa' Arif. Hehee. Ini foto di rumah adiknya nenek.

Lalu, kami berpisah setelah itu. Aku sekeluarga beranjak ke TSB BSM, sementara aa' Arif dan keluarganya pulang ke Padalarang. Kami terus, dan lagi-lagi masih sering nyasar kalau nyari BSM itu dimana. Ini dia orang Bandung yang nggak apal Bandung. Maklum, udah lama di Malang, eh tapi di Malang juga masih sering nyasar ding, ehehe. Kami akhirnya sampai di TSB, BSM.

Nasib yang Malang, TSB penuh sesak. Sampai mau antri tiket saja rasanya udah males. Hmm, pintu masuknya yang berupa eskalator pun banjir manusia. Hiks, akhirnya kita sekeluarga BATAL ke sana. Jadi, sedikit menggeje ria di BSM, kami berjalan-jalan. Kami mencari toko SEGA, sejenis toko yang menjual kaset PS, PSP, Wii dan sebangsanya. Maklum, aku dan adik-adikku fanatik sekali pada game. Tapi, nasib Malang kami berlanjut, ternyata SEGA udah pindah ke Dago. Entahlah. Jadi, hari itu di BSM, kami cuman muter-muter nggak jelas. Eh, jelas ding, kami beli J.Co dan berfoto ria. Hahahaa.



Selanjutnya kami ke Dago, masih mencari SEGA. Mall Dago sepi sekali hari itu. Hanya penjual makanan dan cafe yang masih buka, bukan salah penjual, ini memang masih H+1 dan kami sudah ingin belanja. Hmmm. Akhirnya kami nggak nemuin SEGA di mana pun. Frustasi kecil, kami pun ke Cibaduyut.
Cibaduyut, seperti yang kalian tahu, adalah tempat dimana tas, sepatu dan sebangsanya dijual murah. Otomatis, mama, satu-satunya yang gila belanja di keluarga kami, menyerbu berbagai macam toko disana. Sampai-sampai kami menunggunya lamaaa sekali. Sambil nunggu makan J.Co sambil ngemilin J.Cool dulu ... Hahahaa.


Ini beberapa foto yang kami ambil di Cibaduyut, di depan supermarket.

Lalu, setelah hari sudah sore menjelang malam, kami memutuskan untuk pulang. Hmmm, rencana ke Bosscha hari itu ditunda besoknya. Hmmm, kami pulang.
Esoknya, hari Jumat tepatnya, Jumat sore lebih tepatnya, kami melanjutkan acara jalan-jalan Bandung kami. Bosscha! YAY! Kami pergi melewati Tol Cipularang yang katanya angker setelah berkali-kali ada kejadian disana. Perjalanan sore dengan hiasan Sunset tak terasa menyeramkan sama sekali. Oke, kita terus mengikuti petunjuk jalan yang menunjukkan jalan ke LEMBANG, berharap kami tidak tersesat. Hmmm. Akhirnya setelah hujan, kesasar, dan mogok di tengah jalan, kami sampai di LEMBANG.
Terus menanjak ke atas, mencari Observatorium Bosscha. Agak tersesat namun menyenangkan. Berkali-kali turun untuk bertanya ke orang di pinggir jalan, menggunakan Bahasa Sunda tentunya. Akhirnya kami sampai di Bosscha! Namun, nasib malang sepertinya masih menghantui kami, ternyata Bosscha tutup, pegawai dan staffnya libur sampai tanggal 12 September. Betapa tragisnya nasib kami. Alhasil kami hanya bisa lihat-lihat lokasi, tanpa meneropong satu pun benda langit. Yang kusebalkan adalah, ini pertama kalinya aku ke Bosscha, tapi hanya ini yang kudapat. *sigh*
Oke, kami pulang, eh mampir rumahnya a' Arif ding. Kami sekali lagi nyasar ke Padalarang. Hmm, tahun ini benar-benar malang nasib kami. Handheldku juga mati dari awal, jadi tak sempat kufoto satu pun objek yang kami lewati malam itu. Kami awalnya hendak bermalam, tapi nggak jadi. Hmmm, akhirnya pulang. Melewati jalan tol Cipularang lagi, kali ini aku berniat melek sampai rumah, menemani bapak yang nyetir mobil sedan sendiri, tapi ternyata aku gagal, aku tertidur di tengah jalan dan mendapati kami sudah sampai di rumah waktu bangun. Alhamdulillah berapa kali pun kami lewat Cipularang, tak terjadi apa-apa pada kami.
Yakkk, berakhir sudah cerita Bandungku yang benar-benar singkat ini. Heheee. Sampai ketemu tahun depan, Bandung! :)
...tys...
Label:
capek,
cerita biasa,
my experience,
photos,
senang
Kamis, 01 September 2011
Dream

"It's absolutely true. For me, there's no meaning in accepting a path that others plan for you. I must choose my path. This is my life and I'm the author of it. It'll fake if I let others choose it for me, even if it's my parents. I choose path by dreaming and true dreams are definitely super hard to reach. By believing this words, I've become more stronger, tougher and braver. To grow up and reach my dream with my own abilities is what I've been working. Fighting for future! :D"
-@hellotys
Rabu, 31 Agustus 2011
Lebaran

Hello bloggers!
Akhirnya setelah 30 hari berpuasa Ramadhan, dan setelah hilal sudah diputuskan terlihat, hari ini 31 Agustus 2011, aku dan keluarga merayakan Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Alhamdulillah kami berlima, masih diberi kesempatan merayakan hari kemenangan tahun ini.
Hari ini, sayangnya, aku tidak bisa mengikuti Shalat Ied bersama yang lain, jadi aku tinggal di rumah bersama nenek dan Aris. Sesuatu banget bisa puasa 30 hari penuh tapi nggak bisa ikut Shalat Ied tahun ini. Lumayan nyesek sebenernya. Jadi pagi ini, saat yang lain bertakbir bersama sampai shalat berjamaah, aku hanya duduk di rumah menonton TV. Hmmm.
Tak lama, semua orang pun pulang, banyak tetangga juga yang datang ke rumah, mengingat nenekku adalah salah satu orang tertua alias sesepuh di desa itu. Kami bersalam-salaman satu sama lain. Orang pertama yang kusalami tentu nenek, dengan mendengarkan kata-kata doanya yang berbahasa Sunda, aku hanya menganggu-angguk mengisyaratkan iya, tanpa mengerti maksudnya. Hmm.
Setelah itu aku sungkem ke bapak, minta maaf kalau tahun ini belum bisa membanggakannya, belum bisa menurutinya masuk ke Kedokteran, belum bisa sekalipun membuatnya tersenyum melihat apa yang kulakukan tahun ini. Lalu, ke mama, minta maaf atas setiap tolakan dan tundaan yang kuberikan atas semua perintahnya, minta maaf kalau selama ini pernah menyakiti hati mama tanpa sengaja, minta maaf juga untuk belum bisa membanggakan tahun ini. Lalu, ke adekku yang sekarang hampir menjelma jadi kakakku, Panji, minta maaf atas segala kejahilan dan ketidaksengajaan menyakiti hatinya. Lalu ke adekku yang terakhir, Aris, minta maaf karena sering kali kasar dan jahil. Satu yang terakhir di keluarga ini, minta maaf ke Kakakku, yang udah nggak bisa kujabat lagi tangannya, yang entah mendengarkan kata-kata maafku ini atau tidak, minta maaf karena sering kali melupakan keberadaannya.
Lalu, kami bersalaman ke seluruh orang yang hadir disana, dan kami mengunjungi tetangga-tetangga lain yang belum mengunjungi rumah. Suasana lebaran di desa itu memang beda dengan di kota, disini lebih wah dan mengharukan. Lalu kami makan ketupat dan opor ayam, sambil bercanda ria menonton tv bersama. Ini benar-benar suasana keluarga yang udah lama kuinginkan.

Setelah itu, kami ke makam kakek, suasana di makam pun ramai sekali. Tak heran lah, tradisi di sini adalah mengunjungi makam sanak saudara saat hari H.


Di depan makam ada orang yang jualan makanan khas Bandung favoritku, ini diaaa!


Setelah itu, kami kembali ke rumah. Menunggu saudara dari Cimahi dan ci-ci lainnya untuk datang ke rumah, rumah semakin ramai setelah mereka datang! Yipeeee! Ohya, aku punya cerita unik tentang plat nomer D6315XT! Hehee :)

Suasana lebaran hari itu masih sangat kental. Hmmm indahnya :)
"Ini cerita lebaranku, mana ceritamu?"
Ohya, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin, selamat Hari Raya Id-Fitri 1432 H! We're the winners! :)
...tys...
Happy Aidil Fitri 1432 H
to everyone in this Blogger ...
Let's make everything simpler
Just forgive each other and be a winner
Cure our heart so it can be nicer
From all the words we used to talk and whisper
Let's us face again next Ramadhan together
minal aidzin wal faidzin
:)
...tys&family...
Let's make everything simpler
Just forgive each other and be a winner
Cure our heart so it can be nicer
From all the words we used to talk and whisper
Let's us face again next Ramadhan together
minal aidzin wal faidzin
:)
...tys&family...
Sabtu, 27 Agustus 2011
Old Photos
Hello bloggers!
Salah satu random post tentang Bandung.
Di rumah Cijagra Bandung, bapak, dengan ide isengnya, majang foto-foto lama di dinding ruang keluarga. Unik dan memorable banget. Ada foto-fotoku, Panji, Aris waktu masih kecil. Juga ada fotonya bapak waktu masih muda dan foto amih waktu masih cantik, hehehee. Ini dia, tadaaa!


Ini beberapa foto yang kufoto hehee, ngeblur banget, maklum hasil jepretan kamera handheld :)
Ada satu hal yang kusimpulkan dari foto-fotoku waktu kecil ... Aku benar-benar bukan seorang yang fotogenik, lihat saja tingkat kendowehan yang kupasang di setiap foto-fotoku. Ha ha ha. *abaikan ini* -___-
Ini yang paling sweet ...
Hehee, cukup itu bloggers, seeya in next random post! :p
Salah satu random post tentang Bandung.
Di rumah Cijagra Bandung, bapak, dengan ide isengnya, majang foto-foto lama di dinding ruang keluarga. Unik dan memorable banget. Ada foto-fotoku, Panji, Aris waktu masih kecil. Juga ada fotonya bapak waktu masih muda dan foto amih waktu masih cantik, hehehee. Ini dia, tadaaa!


Ini beberapa foto yang kufoto hehee, ngeblur banget, maklum hasil jepretan kamera handheld :)
Ada satu hal yang kusimpulkan dari foto-fotoku waktu kecil ... Aku benar-benar bukan seorang yang fotogenik, lihat saja tingkat kendowehan yang kupasang di setiap foto-fotoku. Ha ha ha. *abaikan ini* -___-
Ini yang paling sweet ...
Hehee, cukup itu bloggers, seeya in next random post! :p
...tys...
Kamis, 25 Agustus 2011
Mudik
Hello bloggers!
Akhir bulan Ramadhan, seperti biasa aku dan keluarga pergi mudik. Ini sudah menjadi kegiatan rutin kami setiap tahunnya. Oke, jadi hari ini, 24 Agustus 2011, kami pergi mudik.
Mudik alias pulang kampung, seperti yang semua tahu, adalah hal biasa di akhir Ramadhan ini. Semua orang yang lagi nggak berada di tempat asalnya pasti akan mudik. Seperti halnya aku dan keluargaku. Asal kami dari Bandung. Kami biasa mudik dengan jalur darat. Kami biasa mudik lebih dulu daripada orang lain, jaga-jaga untuk menghindari macet. Iya, biasanya aku, Panji dan Aris bahkan harus bolos di hari-hari terakhir sekolah. Alasan lain kami mudik awal adalah agar kami bisa lebih lama di Bandung. Maklum, saudara menyebar di seluruh kawasan Bandung, dan seminggu itu nggak cukup untuk pergi mengunjungi semuanya. Jadi biasanya kami tinggal 2 minggu disana.
Kami berangkat Rabu pagi dengan harapan bisa sampai di sana Kamis pagi. Oke kami berangkat, bukan lewat Pantura tapi lewat jalur Selatan. Seingatku kami melewati banyak sekali kota, seperti Kediri, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Solo, Jogja, Kebumen, Banjar, Garut, dll. Hehee, itu nggak urut, karena yaa di jalan itu kerjaanku cuman bangun-tidur-bangun-tidur. Maklum, efek obat tidur anti mual yang kuminum sangat besar.
Rencana awal, kami akan menginap di Jogja karena bapak capek, tapi entah beliau ngotot dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan Malam yang waw seru! Perjalanan malam memang berkali lipat lebih seru, inilah asyiknya mudik. Tak ada macet tengah malam, tak ada polusi dan asap yang bercampur panasnya matahari di tengah malam. Tapi akhirnya aku ketiduran juga tengah malam itu, dan mendapati kami sudah sampai di Jawa Barat keesokan harinya.
Belum mandi, lusuh, capek dan alhamdulillah masih puasa, kami meneruskan perjalanan. Yipeee, kurang sedikit lagi kami sampai! Dan tepat pukul 12 siang, kami sampai di desa kelahiran bapak, desa Cijagra, Kab. Bandung. Hawanya dingin sekali di sana. Rasanya tenang sekali. Kami pun melepas lelah dengan beristirahat sepanjang hari.
Ini cerita mudikku, mana cerita mudikmu? :P
Akhir bulan Ramadhan, seperti biasa aku dan keluarga pergi mudik. Ini sudah menjadi kegiatan rutin kami setiap tahunnya. Oke, jadi hari ini, 24 Agustus 2011, kami pergi mudik.
Mudik alias pulang kampung, seperti yang semua tahu, adalah hal biasa di akhir Ramadhan ini. Semua orang yang lagi nggak berada di tempat asalnya pasti akan mudik. Seperti halnya aku dan keluargaku. Asal kami dari Bandung. Kami biasa mudik dengan jalur darat. Kami biasa mudik lebih dulu daripada orang lain, jaga-jaga untuk menghindari macet. Iya, biasanya aku, Panji dan Aris bahkan harus bolos di hari-hari terakhir sekolah. Alasan lain kami mudik awal adalah agar kami bisa lebih lama di Bandung. Maklum, saudara menyebar di seluruh kawasan Bandung, dan seminggu itu nggak cukup untuk pergi mengunjungi semuanya. Jadi biasanya kami tinggal 2 minggu disana.
Kami berangkat Rabu pagi dengan harapan bisa sampai di sana Kamis pagi. Oke kami berangkat, bukan lewat Pantura tapi lewat jalur Selatan. Seingatku kami melewati banyak sekali kota, seperti Kediri, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Solo, Jogja, Kebumen, Banjar, Garut, dll. Hehee, itu nggak urut, karena yaa di jalan itu kerjaanku cuman bangun-tidur-bangun-tidur. Maklum, efek obat tidur anti mual yang kuminum sangat besar.
Rencana awal, kami akan menginap di Jogja karena bapak capek, tapi entah beliau ngotot dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan Malam yang waw seru! Perjalanan malam memang berkali lipat lebih seru, inilah asyiknya mudik. Tak ada macet tengah malam, tak ada polusi dan asap yang bercampur panasnya matahari di tengah malam. Tapi akhirnya aku ketiduran juga tengah malam itu, dan mendapati kami sudah sampai di Jawa Barat keesokan harinya.
Belum mandi, lusuh, capek dan alhamdulillah masih puasa, kami meneruskan perjalanan. Yipeee, kurang sedikit lagi kami sampai! Dan tepat pukul 12 siang, kami sampai di desa kelahiran bapak, desa Cijagra, Kab. Bandung. Hawanya dingin sekali di sana. Rasanya tenang sekali. Kami pun melepas lelah dengan beristirahat sepanjang hari.
Ini cerita mudikku, mana cerita mudikmu? :P
...tys...
Minggu, 21 Agustus 2011
PK2 Maba Raja Brawijaya 2011
Sekilas tentang Probinmaba UB/ PK2Maba2011 ...
Senin 15 Agustus - Selasa 16 Agustus 2011.
Kami, MaBa angkatan 2011/2012 Universitas Brawijaya (EKALAVYA 49), berkumpul bersama di lapangan rektorat untuk mengikuti acara upacara pembukaan "PK2 MABA RAJA BRAWIJAYA 2011".
Senin 15 Agustus - Selasa 16 Agustus 2011.
Kami, MaBa angkatan 2011/2012 Universitas Brawijaya (EKALAVYA 49), berkumpul bersama di lapangan rektorat untuk mengikuti acara upacara pembukaan "PK2 MABA RAJA BRAWIJAYA 2011".
Acara tersebut berlanjut selama seminggu ke depan (15 - 20 Agustus 2011). Probinmaba UB 2011 dibagi menjadi beberapa acara. Pertama, acara universitas dimana 12538 Maba dibagi per cluster dikumpulkan di lapangan rektorat dan menjalani upacara pembukaan, lalu dibagi lagi untuk mengikuti acara pembukaan santai di Sakri dan GOR UB. Kedua, acara berlangsung di tempat yang ditentukan oleh fakultas masing-masing (Saya di Sakri bersama 1900an Maba FTUB). Ketiga, acara selanjutnya berlangsung 3 hari di jurusan dan tempat yang telah ditentukan jurusan masing-masing (Saya dan teman-teman PSTI menjalani Optimasi Teknik Industri 2011, di Gedung Mesin lalu di Widyaloka pada hari-hari berikutnya). Acara terakhir adalah penutupan sementara Probinmaba 2011, yang akan berlanjut di kemudian hari, selama 1 semester penuh atau waktu yang ditentukan oleh masing-masing panitia Probinmaba jurusan. Untuk FTUB, mungkin tahun ini setelah Probinmaba juga akan diadakan KKM'34.
EKALAVYA 49!
WE'RE BRAWIJAYA!
WE'RE BRAWIJAYA!
BRAWIJAYA, SALAM SATU JIWA PARA PEMIMPIN BANGSA!
JOIN UB, BE THE BEST!
1,2,3 TEKNIK!
HIDUP TI!
WE'RE BRAWIJAYA!
WE'RE BRAWIJAYA!
BRAWIJAYA, SALAM SATU JIWA PARA PEMIMPIN BANGSA!
JOIN UB, BE THE BEST!
1,2,3 TEKNIK!
HIDUP TI!
...tys...
Label:
cerita kuliah,
my experience,
selingan,
senang,
tegang
Langganan:
Postingan (Atom)


















